Laporan Prakrikum ESDH Medan,
April 2021
PEMANFAATAN LIMBAH
KEHUTANAN
Dosen Penanggungjawab :
Dr.
Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Disusun Oleh:
Muhammad Arifky | 191201003 |
Nadhia Rizki Fadhila | 191201014 |
Nadiatul Aula | 191201127 |
Joshua MahardhikaPurba | 191201183 |
Dhaffa Alfazie | 191201187 |
Priskian Arswenta M Siboro | 191201188 |
|
|
Kelompok 7
HUT4A
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan
Praktikum ESDH ini dengan baik. Laporan Praktikum ESDH yang berjudul”Pemanfaatan
Limbah Kehutanan” ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas Praktikum ESDH pada
Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggungjawab Praktikum
ESDH yaitu Bapak Dr. Agus Purwoko
S.Hut., MSi. karena telah memberikan materi dengan baik dan benar.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten yang telah memberikan
bimbingan dan arahan selama penulis mengikuti kegiatan praktikum ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dari materi maupun
teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai
pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi Laporan ini akan sangat penulis hargai. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.
Medan, April 2021
Penulis
Halaman
KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI……………………………………………………………….....ii
DAFTAR TABEL........................................................................................... iii
PENDAHULUAN
Latar Belakang
………………………………………………………….1
Tujuan
.....................................................................................................
2
TINJAUAN PUSTAKA
METODE PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat ..................................................................................
6
Alat dan Bahan
........................................................................................
6
Prosedur
Praktikum ..................................................................................6
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
........................................................................................................
7
Pembahasan
............................................................................................
7
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan .............................................................................................
8
Saran
........................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Limbah
menjadi masalah utama seiring perkembangan industri yang semakin pesat di
Indonesia. Limbah adalah sisa yang dihasilkan dari kegiatan produksi industri
atau domestik (rumah tangga). Limbah adalah penyebab utama emisi CO2 dan
pemanasan bumi. Limbah mengakibatkan kerugian bagi masyarakat, salah satunya
pencemaran lingkungan. Konsumsi kertas mulai tahun 1996 meningkat dari
3.119.970 ton per tahun menjadi 5.300.000 ton per tahun, sehingga mengakibatkan
jumlah limbah padat (sludge) yang dihasilkan oleh pabrik kertas semakin besar.
Jenis limbah terbagi menjadi dua, yaitu limbah organik dan anorganik. Limbah
organik dapat mengalami pembusukan alami, sedangkan limbah anorganik yang tidak
mengalami pembusukan secara alami. Salah satu contoh limbah organik adalah
gergaji (serbuk) kayu, sedangkan limbah anorganik adalah kain. Limbah organik
yang sering dijumpai dalam industri pengrajinan adalah gergaji kayu (serbuk
kayu). Gergaji kayu termasuk dalam limbah organik, jika limbah gergaji kayu
diolah dengan cara pembakaran maka dapat menimbulkan asap dan emisi CO2 yang
membahayakan bagi lingkungan. Pengolahan kayu secara trandisional menghasilkan
limbah kayu mencapai 25% dari volume bahan kayu, jika dalam satu pabrik diolah
sekitar 100 m3 per hari, maka diperolah hasil limbah sekitar 24 m3 (Wardani,
2017)
Hutan adalah suatu lapangan bertumbuhan pohon-pohon
yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam
lingkungannya dan yang ditetapkan pemerintah sebagai hutan. Jika pengertian
hutan ditinjau dari sudut pandang
sumberdaya ekonomi terdapat sekaligus
tiga sumberdaya ekonomi yaitu: lahan, vegetasi bersama semua komponen hayatinya
serta lingkungan itu sendiri sebagai sumberdaya ekonomi yang pada akhir-akhir
ini tidak dapat diabaikan. Sedangkan kehutanan diartikan sebagai segala
pengurusan yang berkaitan dengan hutan, mengandung sumberdaya ekonomi yang
beragam dan sangat luas pula dari kegiatan-kegiatan yang bersifat biologis
seperti rangkain proses silvikultur sampai dengan berbagai kegiatan
administrasi pengurusan hutan. Hal ini berarti kehutanan sendiri merupakan
sumberdaya yang mampu menciptakan sederetan jasa yang bermanfaat bagi masyarakat yang ada di sekitar( Syamsu Alam, 2019)
Pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungannya serta kepedulian
masyarakat sekitar pada kawasan konservasi sejalan dengan program konservasi
keanekaragaman hayati dan ekosistemnya serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Pemanfaatan pekarangan merupakan bagian dari pemanfaatan sumberdaya alam dan
lingkungan yang memberi manfaat bagi manusia. Pekarangan adalah lahan terbuka
yang terdapat di sekitar rumah tinggal.. Selain tanaman hias, buah-buahan,
sayuran, rempah-rempah, tanaman obat adalah salah satu tanaman produktif yang
dapat dikembangkan (Nurmayulis dan Nuniek,2015)
Dalam
industri penggergajian kayu dan kayu lapis, dimana dolok/kayu bulat/gelondongan
diolah menjadi produk kayu gergajian dan kayu lapis dengan berbagai bentuk dan
ukuran, saat proses pengolahan kayu bulat dihasilkan berbagai jenis limbah.
Limbah adalah sisasisa atau bagian-bagian kayu yang dianggap tidak ekonomis
lagi dalam suatu proses, waktu, dan tempat tertentu, akan tetapi mungkin masih
dapat dimanfaatkan pada proses, tempat, dan waktu yang berbeda. Tahapan proses
penggergajian kayu pada umumnya meliputi break down sawing, resawing, edging,
dan trimming. Setiap tahapan proses pengolahan kayu gergajian dan kayu lapis
akan dihasilkan limbah kayu, dengan berbagai bentuk, ukuran, jumlah dan
pemanfaatannya (Purwanto, 2019).
Di
sisi lain, semakin berkembangnya pabrik yang berfungsi sebagai alat produksi
kerajinan berdampak terhadap pencemaran lingkungan. Tuntutan pemerintah kepada
setiap perusahaan untuk mengadakan alat pengolahan limbah hanya dijangkau oleh
perusahaan-perusahaan besar yang notabene mempunyai modal besar. Padahal
kerajinan seperti kerajinan batik, penggergajian kayu dan juga plastik terse
bar di masyarakat. Hal ini belum diolah secara maksimal, sehingga sangat
menganggu lingkungan. Berdasar alasan tersebut, peneliti menawarkan pengolahan
limbah sebagai bahan alternatif (Giri,
2015)
Tujuan
Adapun
tujuan dari Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan
yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Kehutanan” adalah untuk mengetahui
jenis-jenis limbah, pengelolahan limbah dengan baik dan benar.
TINJAUAN PUSTAKA
Limbah adalah sisa hasil
produksi/usaha aktivitas manusia yang tidak bermanfaat dan tidak bernilai
ekonomi serta dapat mencemari lingkungan/menimbulkan dampak negatif.
Berdasarkan wujudnya limbah terbagi menjadi tiga, yaitu limbah padat, cair dan
gas. Sedangkan berdasarkan sumbernya limbah terbagi menjadi 4 yaitu limbah
domestik, industri, pertanian, dan pertambangan. Limbah dapat ditanggulangi
dengan berbagai proses pengolahan salah satunya adalah proses pengolahan limbah
cair dengan metode absorbsi menggunakan karbon aktif. Karbon aktif merupakan
suatu bahan yang berupa karbon amorf yang sebagian besar terdiri dari karbon
bebas serta memiliki permukaan dalam sehingga memiliki daya serap yang tinggi
(Wardani,2017)
Limbah industri adalah
semua jenis bahan sisa atau bahan buangan yang berasal dari hasil samping suatu
proses perindustrian. Limbah industri dapat menjadi limbah yang sangat
berbahaya bagi lingkungan hidup dan manusia. Sedangkan menurut Peraturan
Pemerintah No. 101 Tahun 2011, limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan
limbah berupa bahan atau sisa buangan, atau sisa limbah rumah tangga yang
dihasilkan oleh suatu proses produksi baik skala rumah tangga (domestik) maupun
industri yang kehadirannya pada suatu tempat tertentu tidak dikehendaki
lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Berdasarkan dari wujud limbah
yang dihasilkan, limbah dibagi menjadi tiga yaitu limbah padat, limbah cair dan
gas (Elisabet, 2019)
Limbah
kayu adalah sisa-sisa kayu atau bagian kayu yang dianggap tidak bernilai
ekonomi lagi dalam proses tertentu, pada waktu tertentu dan tempat tertentu
yang mungkin masih dimanfaatkan pada proses dan waktu yang berbeda.Yang umunya
terdiri atas: sisa gergajian, sisa potongan panjang dan pendek , dan kulit
kayu. Pemanfaatan limbah tidak terlepas dari kebutuhan manusia akan produk
desain. Akibat perkembangan pendidikan dan peningkatan intensitas interaksi
sosial atau budaya antar individu dan antar kelompok masyarakat menuntut adanya
perubahan-perubahan produk baru. Dari berbagai bentuk baru manusia akan merasa
terpuaskan. Bentuk dapat dihasilkan dari kreatifitas. Adanya limbah yang
dimaksud menimbulkan masalah penanganannya yang selama ini dibiarkan membusuk, ditumpuk
dan dibakar yang kesemuanya berdampak negatif terhadap lingkungan sehingga
penanggulangannya perlu dipikirkan. Salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah
memanfaatkannya menjadi produk yang bernilai tambah dengan teknologi terapan
dan kerakyatan sehingga hasilnya mudah disosialisasikan kepada masyarakat
(Sutarman, 2015).
Dalam industri
penggergajian kayu dan kayu lapis, dimana dolok/kayu bulat/gelondongan diolah
menjadi produk kayu gergajian dan kayu lapis dengan berbagai bentuk dan ukuran,
saat proses pengolahan kayu bulat dihasilkan berbagai jenis limbah. limbah
adalah sisasisa atau bagian-bagian kayu yang dianggap tidak ekonomis lagi dalam
suatu proses, waktu, dan tempat tertentu, akan tetapi mungkin masih dapat
dimanfaatkan pada proses, tempat, dan waktu yang berbeda. Tahapan proses
penggergajian kayu pada umumnya meliputi break down sawing, resawing, edging, dan
trimming. Sedangkan proses pengolahan kayu lapis terdiri dari pemotongan dolok,
pengupasan dolok atau pembuatan venir, penyiapan venir, penyusunan venir,
pemotongan tepi kayu lapis dan pengampelasan kayu lapis. Setiap tahapan proses
pengolahan kayu gergajian dan kayu lapis akan dihasilkan limbah kayu, dengan
berbagai bentuk, ukuran dan
pemanfaatannya (Djoko, 2017)
Keberadaan dan peran industri
hasil hutan utamanya kayu di Indonesia dewasa ini menghadapi tantangan yang
cukup berat berkaitan dengan adanya ketimpangan antara kebutuhan bahan baku
industri dengan kemampuan produksi kayu secara lestari. Bila memperhatikan
kondisi hutan alam yang makin menurun
berarti makin langkanya bahan
baku kayu, serta besarnya tantangan berbagai aspek khususnya di sektor
kehutanan (lingkungan, ekolabel, perdagangan karbon) maka perlu dilakukan
perubahan mendasar dalam kebijakan pembangunan kehutanan, salah satunya dengan
mengedepankan peran inovasi teknologi yang lebih berpihak kepada masyarakat
khususnya industri kecil, meningkatkan efisiensi pengolahan hasil hutan serta
memaksimalkan pemanfaatan kayu. Untuk industri besar dan terpadu, limbah serbuk
kayu gergajian sudah dimanfaatkan menjadi bentuk briket arang dan arang aktif
yang dijual secara komersial (Usman,2017)
Limbah utama dari
industri kayu dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya kulit kayu,
potongan-potongan kecil dan serpihan-serpihan kayu hasil penggergajian dan
pemotongan, serta serbuk kayu dan debu. Limbah tersebut sangat sulit dikurangi.
Saat ini, kebanyakan produsen hanya dapat memanfaatkan limbah mereka seoptimal
mungkin menjadi barang lain yang memiliki nilai ekonomis, seperti kulit kayu
untuk bahan kerajinan, potongan kayu untuk dijadikan arang, serbuk kayu yang
diolah menjadi briket, dan lain sebagainya. Limbah kayu inilah yang kemudian
dapat di daur ulang dan dimanfaatkan untu berbagai macam hal dan kerajinan
lainnya. Dalam rangka efisiensi penggunaan kayu perlu diupayakan pemanfaatan
limbah kayu menjadi produk yang lebih bermanfaat. namun mereka yang mengerjakan
home industri kayu itu rata-rata adalah pengusaha kecil dan menengah. Meski
sudah dipasarkan hingga ke luar kota, para perajin mengaku belum mampu
melakukan ekspor (Wayan, 2019)
Jumlah limbah serbuk kayu yang melimpah perlu mendapatkan perhatian. Adanya
eksplorasi untuk terus mendukung usaha peningkatan kerajinan di Yogyakarta
menimbulkan alternatif untuk memanfaatkan sebagai bahan dasar pengembangan
pembuatan produk kerajinan dan asesoris interior. Dengan termanfaatkannya bahan
limbah serbuk kayu diharapkan memberikan nilai tambah baik bagi bahan sisa
tersebut, orang yang mengembangkannya ataupun masyarakat Yogyakarta pada
umumnya. Terbukanya peluang adanya alternatif material baru bagi pembuatan
souvenir tentu akan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan mengurangi
jumlah penganguran yang ada (Sutopo, 2016).
Serbuk gergaji merupakan salah satu limbah yang ketersediaannya
melimpah, mudah diperoleh, murah dan dapat terbarukan. Serbuk gergaji merupakan biomassa yang belum
termanfaatkan secara optimal. Upaya
pemanfaatan limbah serbuk gergaji dapat diolah menjadi bahan media sapih,
sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Demikian juga dengan sekam padi, sekam padi
merupakan limbah penggilingan padi, yang keberadaannya cukup melimpah dan sulit
terdekomposisikan. Oleh karena itu,
diperlukan usaha untuk mengurangi limbah sekam padi yaitu dengan memanfaatkan
arang sekam padi sebagai media sapih. (Anita, 2014)
METODE
PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat
Praktikum
Ekonomi Sumber Daya Hutan yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Kehutanan” ini dilaksanakan
pada hari Kamis, 1 April 2021 pada pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.
Praktikum ini dilakukan via Google Meet
dan Google Classroom masing-masing.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain adalah Handphone,
dan Laptop.
Bahan
yang digunakan dalam praktikum ini adalah Literatur, PPT materi dan Video.
Prosedur Praktikum
1.
Disiapkan
alat dan bahan untuk praktikum
2.
Disiapkan
ppt untuk Sharescreen
3.
Dijelaskan
materi tentang pemanfaatan limbah kehutanan
4.
Dibuat video
tentang pemanfaatan limbah kehutanan
5.
Dibuat
laporan praktikum
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun hasil dari Praktikum
Ekonomi Sumber Daya Hutan yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Kehutanan” adalah
pot bunga dari sabut kelapa dengan media serbuk gergaji kayu
Pembahasan
Berdasarkan judulnya yaitu pemanfaatan limbah kehutanan, maka
kami memanfaatkan serbuk gergaji kayu sebagai media tanam. Pot sabut kelapa ini
dibuat dengan membentuk wadah seperti pot
secara umum, yaitu wadah yang berbentuk tabung. Wadahnya dibuat dengan jaring kawat.
Lalu jaring kawat tersebut pinggirannya
diisi dengan sabut kelapa. Setelah wadahnya terbentuk, maka wadah diisi dengan media tanam berupa limbah kehutanan yaitu serbuk
kayu. Dan kemudian ditanam tanaman yang diinginkan,seperti yang kami buat yaitu
tanaman hias bunga Aglonema.
Sesuai dengan
pernyataan Anita (2014) yaitu serbuk
gergaji merupakan salah satu limbah yang ketersediaannya melimpah, mudah
diperoleh, murah dan dapat terbarukan.
Serbuk gergaji merupakan biomassa yang belum termanfaatkan secara
optimal. Upaya pemanfaatan limbah serbuk
gergaji dapat diolah menjadi bahan media sapih, sehingga dapat mengurangi
pencemaran lingkungan.
Pemanfaatan limbah kehutanan dapat dilakukan dalam kehidupan dan untuk
kebutuhan sehari – hari. Terdapat berbagai macam cara dalam pemanfaatannya, dan
dapat dibuat sebagaimana bisanya juga sekreatif apa pun. Seperti limbah serbuk
kayu yang melimpah perlu mendapatkan perhatian. Agar adanya eksplorasi untuk
terus mendukung usaha peningkatan kerajinan
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
1. Limbah adalah sisa hasil
produksi/usaha aktivitas manusia yang tidak bermanfaat dan tidak bernilai
ekonomi serta dapat mencemari lingkungan/menimbulkan dampak negatif.
2. Limbah dapat ditanggulangi dengan
berbagai proses pengolahan. Pemanfaatan limbah tidak terlepas dari kebutuhan
manusia akan berbagai produk.
3. Limbah utama dari industri kayu
dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya kulit kayu, potongan-potongan
kecil dan serpihan-serpihan kayu hasil penggergajian dan pemotongan, serta
serbuk kayu dan debu.
4. Serbuk gergaji kayu
merupakan salah satu limbah yang ketersediaannya melimpah, mudah diperoleh,
murah dan dapat terbarukan.
5. Upaya
pemanfaatan limbah serbuk gergaji dapat diolah menjadi bahan media sapih,
sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
Saran
Sebaiknya dalam
praktikum “Pemanfaatan Limbah Kehutanan” praktikan diharapkan lebih
memahami materi yang telah diberikan agar
praktikum dapat berjalan dengan lancar dan mampu lebih kreatif dalam pembuata
DAFTAR PUSTAKA
Anita Dewi Agustin, Melya Riniarti. 2014. Pemanfaatan
Limbah Serbuk Gergaji Dan Arang Sekam Padi Sebagai Media Sapih Untuk Cempaka
Kuning (Michelia Champaca). Jurnal Sylva Lestari 2(3):49-58
Djoko
Purwanto. 2017. Analisa Jenis
Limbah Kayu Pada Industri Pengolahan
Kayu Di Kalimantan Selatan. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan 1(1): 14-20
Elisabeth Tambunan. 2019. Analisa
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3). Program Studi Teknik
Lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Pelita Bangsa Bekasi
Giri,
E.S.P dan I Ketut Sunarya. 2015. Pemanfaatan Oplosan Limbah (Serbuk Gergaji, Lilin
Batik, dan Plastik) Untuk Bahan Baku Kerajinan. Jurnal Penelitian Saintek.
10 (1) : 109-126.
Nurmayulis Nuniek Annisa. 2015. Valuasi Ekonomi
Sumber Daya Hutan Mangrove Di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur.
Skipsi. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar
Sutarman,
I. W. 2015. Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu di Kota Denpasar (Studi
Kasus pada CV Aditya). Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik
Industri, 10(1).
Sutopo,
T. W., dan Amrullah, A. H. 2016. Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu Sebagai Produk
Kerajinan Dan Asesoris Interior Dengan Teknik Cor Dan Press Di Desa
Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta
Syamsu Alam, Supratman, Muhammad Alif KS. 2019. Ekonomi
Sumberdaya Hutan. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin
Usman Malik. 2017. Alternatif Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu
Sebagai Arang Briket. Jurursan Fisika Fakultas MIPA Universitas Riau
Wayan Sutarman. 2019. Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu Di Kota
Denpasar. Jurnal Pasti 2(1): 15 – 22



Komentar
Posting Komentar