Tugas Praktikum
ESDH Medan,
Maret 2021
IDENTIFIKASI MANFAAT ESDH
Dosen Penanggungjawab :
Dr.
Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Disusun Oleh:
|
|
Kelompok 7
HUT4A
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan
Praktikum ESDH ini dengan baik. Laporan Praktikum ESDH yang berjudul”Identifikasi
Manfaat ESDH” ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas Praktikum ESDH pada Program
Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggungjawab Praktikum
ESDH yaitu Bapak Dr. Agus Purwoko
S.Hut., MSi. karena telah memberikan materi dengan baik dan benar.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten yang telah memberikan
bimbingan dan arahan selama penulis mengikuti kegiatan praktikum ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dari materi maupun
teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai
pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi Laporan ini akan sangat penulis hargai. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.
Medan, Maret 2021
Penulis
Halaman
KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI……………………………………………………………….....ii
DAFTAR TABEL........................................................................................... iii
PENDAHULUAN
Latar Belakang
………………………………………………………….1
Tujuan
.....................................................................................................
2
TINJAUAN PUSTAKA
METODE PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat ..................................................................................
6
Alat dan Bahan
........................................................................................
6
Prosedur
Praktikum ..................................................................................6
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
........................................................................................................
7
Pembahasan
............................................................................................
7
KESIMPULAN
Kesimpulan .............................................................................................
9
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hutan adalah suatu lapangan bertumbuhan pohon-pohon
yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam
lingkungannya dan yang ditetapkan pemerintah sebagai hutan. Jika pengertian
hutan ditinjau dari sudut pandang
sumberdaya ekonomi terdapat sekaligus
tiga sumberdaya ekonomi yaitu lahan,
vegetasi bersama semua komponen hayatinya serta lingkungan itu sendiri sebagai
sumberdaya ekonomi yang pada akhir-akhir ini tidak dapat diabaikan. Sedangkan
kehutanan diartikan sebagai segala pengurusan yang berkaitan dengan hutan,
mengandung sumberdaya ekonomi yang beragam dan sangat luas pula dari
kegiatan-kegiatan yang bersifat biologis seperti rangkain proses silvikultur
sampai dengan berbagai kegiatan administrasi pengurusan hutan. Hal ini berarti
kehutanan sendiri merupakan sumberdaya yang mampu menciptakan sederetan jasa yang bermanfaat ( Syamsu Alam, 2019)
Pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungannya serta kepedulian
masyarakat sekitar pada kawasan konservasi sejalan dengan program konservasi
keanekaragaman hayati dan ekosistemnya serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Pemanfaatan pekarangan merupakan bagian dari pemanfaatan sumberdaya alam dan
lingkungan yang memberi manfaat bagi manusia. Pekarangan adalah lahan terbuka
yang terdapat di sekitar rumah tinggal.. Selain tanaman hias, buah-buahan,
sayuran, rempah-rempah, tanaman obat adalah salah satu tanaman produktif yang
dapat dikembangkan (Nurmayulis dan Nuniek,2015)
Ekonomi SDH adalah suatu
bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan produksi,
permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam kajian
ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat . Kajian ekonomi mikro dalam ekonomi SDH untuk menjawab barang dan jasa hasil hutan
apa yang diproduksi sehingga dapat menguntungkan unit usaha sebagai pelaku
usaha, sedangkan kajian ekonomi makro akan menjawab bagaimana sumberdaya hutan telah memberikan kontribusi
bagi tersedianya lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan
memberikan jasa perlindungan (Maryati,2018)
Sumberdaya
hutan berperan sebagai penggerak ekonomi
dapat teridentifikasi daalam beberapa
hal, yaitu: pertama, penyediaan devisa untuk membangun sektor lain yang
membutuhkan teknologi dari luar negeri; kedua, penyediaan hutan dan lahan
sebagai modal awal untuk pembangunan berbagai sektor, terutama untuk kegiatan
perkebunan, industri dan sektor ekonomi lainnya; dan yang ketiga, peran
kehutanan dalam pelayanan jasa lingkungan hidup dan lingkungan sosial
masyarakat. Ketiga bentuk peranan
tersebut berkaitan dengan peranan sumberdaya hutan sebagai penggerak ekonomi
yang sangat potensial, sangat kompleks dan saling terkait Sebagai penggerak
sektor ekonomi lainnya, maka hasil hutan memberi dukungan modal bagi
pembangunan infrastruktur industri dalam negeri dan untuk penyediaan teknologi
yang berasal dari impor. Dukungan
lainnya adalah banyak kegiatan yang dibiayai langsung dari hasil kayu tebangan
untuk mendorong kegiatan perkebunan, sebagai hasil konversi hutan. Produk hasil
hutan , baik berupa kayu maupun bukan kayu (Pramudia, 2014)
Peranan sumberdaya hutan
sebagai penghasil devisa sangat penting untuk perbaikan ekonomi makro dan
perdagangan global. Peranan hasil hutan selalu lebih tinggi untuk menghasilkan
devisa, terutama pada negara yang baru berkembang dan berbasis pada sumberdaya,
karena hutan pada awal perkembangan ekonomi suatu negara sangat mudah dipanen
(biaya eksploitasinya rendah. Meskipun berada terjadi penurunan kinerja untuk
industri kehutanan tertentu, secara umum sektor kehutanan periode sepuluh tahun
terakhir (1995 – 2004) telah berhasil memberikan kontribusi signifikan bagi
perolehan devisa. Dari sisi nilai, fluktuasi kontribusi devisa sektor kehutanan
terjadi karena terdapat industri kehutanan yang menurun sementara industri
kehutanan seperti meubel, kayu olahan, serta pulp dan kertas terus mengalami
peningkatan. Sedangkan dari sisi
prosentase terhadap total devisa, kontribusi sektor kehutanan memang cenderung
terus menurun (Antonius, 2018)
Tujuan
Adapun
tujuan dari Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan
yang berjudul “Identifikasi Manfaat ESDH” adalah untuk mengetahui
manfaat dan potensi pohon.
TINJAUAN PUSTAKA
Indonesia
merupakan salah satu negara mega biodiversitas karena memiliki kawasan hutan
tropika basah dengan tingkat keanekaragaman hayati tergolong tinggi di dunia. Indonesia
merupakan salah satu dari delapan pusat keanekaragaman genetika tanaman di
dunia khususnya untuk buah-buahan tropis seperti durian. Jenis Durio sp di
seluruh dunia sekitar 27 jenis dan 18 jenis diantaranya tumbuh di Kalimantan,
11 jenis di Malaya, dan 7 jenis di Sumatera. Durian (Durio spp) salah satu
tanaman asli Asia Tenggara yang beriklim tropis basah seperti Indonesia, Thailand,
Malaysia. Jenis durian yang ada di Pulau Kalimantan sebanyak 18 jenis yang meliputi
Durio zibethinus, Durio kutejensis, Durio dulcis Durio grandiflorus, Durio
graveolens, Durio oxleyanus, Durio testudinarium, Durio acutifolius, Durio
affinis, Durio carinatus, Durio excelcus, Durio griffithii, Durio lanceolatus,
Durio lissocarpus, Durio oblongus, Durio purpureus, Durio beccarianus dan Durio
lowianus (Antonius dan Farah, 2018)
Durian
(Durio zibethinus murr) adalah salah satu buah yang sangat populer di Indonesia.
Buah dengan julukan The King of fruits ini termasuk dalam famili Bombacaceae
dan banyak ditemukan di daerah tropis. Di Indonesia, tanaman durian terdapat
diseluruh pelosok Jawa dan Sumatra, sedangkan di Kalimantan dan Irian Jaya
umumnya hanya terdapat di hutan. Buah durian yang lebih umum dikonsumsi adalah
bagian salut buah atau dagingnya. Umumnya kulit dan biji durian
menjadi limbah yang hanya sebagian kecil dimanfaatkan sebagai pakan
ternak, malahan sebagian besar dibuang begitu saja. Biji durian dari berbagai
jenis atau varietas mengandung karbohidrat 45-47%, protein 2-3%, lemak kurang
0,5% dan air 48-50%, dan abu 1%. Artinya potensi yang paling mungkin
dikembangkan dari biji durian adalah makanan yang mengandung karbohidrat (Farida
dan Chairul, 2014)
Durian
(Durio spp) dijuluki the King of Fruit yang merupakan salah satu buah cukup
populer di Indonesia. Buah yang memiliki rasa dan aroma yang khas ini sangat
digemari oleh sebagian besar masyarakat. Rasa buahnya yang manis dan aroma
harum buahnya menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta durian. Warna daging
buahnya bervariasi, ada yang bewarna putih, kuning, dan oranye, serta buah ini
dilengkapi dengan adanya kandungan kalori, vitamin, lemak, dan protein, dalam
hal pemanfaatan lainnya Bagian buah durian yang lebih umum dikonsumsi adalah
bagian salut buah atau dagingnya. Jika dilihat kegunaan durian ternyata bukan
hanya daging buahnya yang dikonsumsi, tetapi jika digali lebih dalam lagi dapat
ditemukan berbagai manfaat dari semua bagian tumbuhan durian tersebut, misalnya
batang dari durian dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Tumbuhan durian juga
memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan erosi di lahan-lahan yang
miring, karena perakaran durian akan mencengkram lapisan tanah atas, sehingga
tanah tersebut terbebas dari erosi. Adapun sisa-sisa tanaman atau serasah akan
tertahan oleh batang durian sehingga dapat menyuburkan tanah (Farah, 2018)
Kulit
durian terdiri dari dua bagian yaitu kulit bagian luar dan kulit bagian dalam.
Kulit bagian luar durian berupa duri berwarna kekuningan yang tersusun oleh
selulose, lignin, dan pati dalam jumlah yang rendah. Kulit bagian dalam durian
berupa jaringan berwarna putih yang sebagian besar tersusun atas pektin. Pektin
yang terdapat pada kulit bagian dalam durian memiliki derajat esterifikasi
berkisar antara 47,6668,60%. Seiring dengan perkembangan teknologi pangan,
kulit bagian dalam durian dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah
melalui pengembangan produk samping (Amir, 2014)
Mangga adalah anggota kingdom Plantae, Divisi
Tracheophyta, klas Magnoliopsida, ordo Sapindales, dan famili Anacardiaceae.
Tanaman ini berasal dari genus mangifera dengan nama spesies Mangifera indica
L. Nama spesies tanaman mangga memiliki arti “tanaman dari India berbuah
mangga”. Lebih dari 1000 variasi mangga yang diketahui berasal dari dua galur
biji mangga monoembrionik (embrio tunggal) dan poliembrionik (banyak embrio).
Biji monoembrionik berasal dari India, sedangkan polyembrionik berasal dari Indochina.
Mangga merupakan tanaman berbuah musiman yang berupa pohon dan berasal dari
India. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk
Indonesia. Mangga memiliki potensi untuk dikembangkan karena tingkat keragaman
genetiknya yang tinggi. Variasi pada bentuk, ukuran dan warna buah mangga
menunjukkan keragaman genetik yang tinggi (Luluk, 2019)
Tanaman mangga (Mangifera indica) adalah tanaman yang sudah sangat populer di
dunia, berasal dari Asia Tenggara, serta menjadi tanaman buah yang tertua yang
telah dibudidayakan di negara beriklim tropis. Selain mengandung nilai nutrisi
yang tinggi, ekstrak buah mangga menunjukkan adanya sifat fungsionalnya seperti
antispasmodik, antipiretik, antiinflamasi, antimikrobia, antijamur,
dislipidemia, aktivitas antioksidan dan antidiare, sehingga berdasarkan sifat
ini mangga dapat dikonsumsi sebagai makanan fungsional. Beberapa jenis dari
mangifera antara lain mangga (Mangifera
indica), pakel (Mangifera foetida
Lour), dan kweni (Mangifera odorata).
Kelompok mangifera tersebut kerap ditemukan di hutan dan di halaman rumah
warga. Ketiga spesies pohon mangga tersebut mempunyai buah yang secara fisik
maupun rasanya hampir mirip. Buah pakel merupakan buah yang memiliki umur
simpan singkat yaitu antara 4 hingga 7 hari setelah matang, kemudian buahnya
akan membusuk (Anggi, 2016)
Mangga (Mangifera indica L) merupakan tumbuhan
yang banyak ditemukan di Indonesia. Rasa buah mangga yang manis-asam,
bertekstur lunak, temyata memiliki beragam manfaat. Dalam daging buah mangga
terkandung berbagai macam zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan antioksidan seperti
karotenoid (vitamin A) dan vitamin C berperan dalam pencegahan penyakit kanker,
Semeritara itu, kandungan kalium dan vitamin C berperan dalam permeliharaan
kesehatan jantung. Senyawa fenol seperti asam ellagat, gelatonin, dan
mangiferin yang terkandung dalam mangga dapat memberikan kontribusi bermanfaat
terhadap kesehatan. Selain berperan sebagai antikanker, senyawa fenol seperti
mangiferin dan asam ellagat berperan sebagai antiinflamasi yang dapat membantu
meningkatkan sistem imunitas tubuh (Herwin,dan Meilani, 2016)
Mangga (Mangifera indica L.) adalah buah
tropikal dengan nilai nutrisi dan nilai medis yang tinggi. Penelitian mengenai
ekstrak masing-masing bagian tumbuhan mangga telah banyak dilakukan, mulai dari
penelitian mengenai ekstrak kulit batang mangga hingga kulit buah mangga. Kulit
mangga setelah diteliti ternyata mengandung senyawa aktif penting seperti
mangiferin, flavonoid, asam fenol, karotenoid, dietary fibre, dan beberapa
enzim aktif. Flavonoid adalah senyawa fenol yang diteliti memiliki banyak
fungsi di bidang medis, salah satunya sebagai antioksidan dan antibakteri (Komang,
2016)
METODE PRAKTIKUM
Waktu
dan Tempat
Praktikum Ekonomi
Sumber Daya Hutan yang berjudul “Identifikasi Manfaat ESDH” ini dilaksanakan
pada hari Kamis, 25 Maret 2021 pada pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.
Praktikum ini dilakukan via Google Meet
dan Google Classroom masing-masing.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain adalah Hand Phone,
dan Laptop.
Bahan
yang digunakan dalam praktikum ini adalah Literatur dan PPT materi.
Prosedur Praktikum
1.
Disiapkan
alat dan bahan untuk praktikum
2.
Disiapkan
ppt untuk Sharescreen
3.
Dijelaskan
materi tentang pohon yang memiliki manfaat tangible dan intangible
4.
Dibuat
video tentang pohon yang memiliki manfaat tangible dan intangible
5.
Dibuat
laporan praktikum
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun hasil
dari Praktikum Ekonomi Sumberdaya Hutan yang berjudul “Identifikasi Manfaat
Ekonomi Sumberdaya Hutan” adalah manfaat dari pohon Durian (Durio zibethinus), manfaat dari pohon
Rambutan (Nephelium lappaceum) dan
manfaat dari pohon Mangga (Mangifera
indica).
Pembahasan
Dalam Identifikasi
Manfaat Ekonomi Sumberdaya Hutan (ESDH) dapat kita temukan berbagai manfaat
terhadap suatu pohon yaitu seperti manfaat tangible
dan manfaat intangible. Pohon memiliki banyak manfaat tangible. Pada pohon
Durian (Durio zibethinus), pohon
tersebut memiliki beranekaragam manfaat.
Baik dari segi buah, daun maupun biji dan sebagainya. Selain
memiliki rasa yang nikmat dan kandungan nutrisi yang begitu lengkap, buah
durian juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang tidak kalah pentingnya
seperti, mencegah
penuaan dini, mencegah depresi, meningkatkan kemampuan otak, mencegah
depresi, memperbaiki kesehatan kulit, membantu melancarkan pencernaan,
mencegah penuaan dan sebagainya.
Dalam
dunia masa kini, durian (atau aromanya) biasa dicampurkan dalam permen, es krim, susu, dan berbagai jenis
minuman penyegar lainnya. Bijinya
bisa dimakan sebagai camilan setelah direbus atau dibakar atau dicampurkan
dalam kolak durian. Kuncup
daun (pucuk), mahkota bunga, dan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayuran.
Beberapa bagian tumbuhan
kadang-kadang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Akarnya dimanfaatkan
sebagai obat demam. Daunnya, dicampur dengan jeringau,
digunakan untuk menyembuhkan infeksi
pada kuku). Kulit buahnya untuk mengobati ruam pada kulit. Kayu gubalnya
berwarna putih dan terasnya kemerah-merahan. Ringan, tetapi tidak begitu awet
dan mudah diserang rayap. Biasa digunakan sebagai perabot rumah, peti-peti
pengemas, dan bahan konstruksi ringan di bawah atap, asalkan tidak bersentuhan
dengan tanah.
Buah
rambutan juga mempunyai manfaat diantaranya dalam hal kesehatan yaitu, membantu
menyehatkan pencernaan, menangkal pathogen, membunuh parasit usus, membantu
proses pembentukan tulang, membantu mengais radikal bebas, mencegah penyakit
jantung, membersihkan dan menjaga fungsi ginjal, menurunkan berat badan,
menurunkan kolestrol, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengontrol tekan
darah, dan lain-lain. Daun rambutan dapat digunakan untuk perawatan rambut.
Hancurkan daun menjadi pasta, tambahkan air dan peras ekstraknya. Bisa juga digunakan
untuk mengobati demam juga. Dan biji juga dapat membantu penderita diabetes.
Dan
pohon mangga juga memiliki banyak manfaat. Buah ini juga bermanfaat bagi kesehatan
tubuh seperti, menunda penuaan dan terlihat awet muda, mengatasi masalah
pencernaan, menghilangkan sel kulit mati, mendorong terbentuknya kolagen, meredakan
iritasi kulit, mencegah jerawat, menjaga kesehatan rambut, menurunkan tekanan
darah, menjaga kesehatan mata, meredakan sembelit, membantu menurunkan berat
badan, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi
diabetes, menyehatkan tulang, menguatkan otot dan sendi, mencegah asma dan
dapat mencegah panas dalam.
Biji
mangga dapat dijadikan pakan ternak atau unggas, Di India bahkan dijadikan
bahan pangan pada masa paceklik. Daun mudanya dilalap atau dijadikan sayuran.
Kayu mangga cukup kuat, keras dan mudah dikerjakan; namun kurang awet untuk
penggunaan di luar. Kayu ini juga dapat dijadikan arang yang baik. Daun mangga
mengandung senyawa organik yang dapat menurunkan gejala hiperglisemia.
Adapun
manfaat tangible dari pohon yaitu dapat menyerap panas 8x lebih banyak, menghasilkan
Oksigen (O2) sebanyak 1/2 Kg/Hari/Pohon, menyerap Karbondioksida (CO2) 14
Kg/Tahun dari polusi udara yang dihasilkan dari pabrik dan kendaraan bermotor
serta menyerap debu, dapat memberikan keteduhan bila duduk di bawah pohon pada
siang hari, mencegah erosi atau tanah longsor, dapat pula mencegah terjadinya
banjir, mencegah terjadinya kekeringan saat
musim kemarau serta dapat juga mmencegah serta mengurangi dampak Pemanasan
Global (Global Warming). Selain itu
akar pohon berfungsi untuk menyerap air ke tanah, mengikat butir-butir tanah
dan mengikat air di pori tanah.
KESIMPULAN
Kesimpulan
1. Hutan adalah suatu lapangan bertumbuhan
pohon-pohon yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati
beserta alam lingkungannya dan yang ditetapkan pemerintah sebagai hutan.
2. Peranan sumberdaya hutan
sebagai penghasil devisa sangat penting untuk perbaikan ekonomi makro dan
perdagangan global.
3. Buah Durian (Durio
zibethinus), Rambutan (Nephelium lappaceum) dan Mangga (Mangifera indica) saat
dikonsumsi memiliki beranekaragam manfaat dalam hal kesehatan.
4. Selain buah, yang dapat
dimanfaat antara lain, biji, kayu, kulit serta daunnya.
5. Manfaat tangible dari pohon
yaitu dapat menyerap panas 8x lebih banyak, menghasilkan Oksigen (O2) sebanyak
1/2 Kg/Hari/Pohon, menyerap Karbondioksida (CO2) 14 Kg/Tahun, dsb.
DAFTAR PUSTAKA
Anggi Febrian Sibuea. 2016. Pemanfaatan Buah Mangga
(Mangifera Indica L.) dan Ekstrak Teh
Hijau (Camelia Sinensis) Dalam Pembuatan
Selai. Fakultas Pertanian, Universitas Riau
Antonius Suprianto, Farah Diba. 2018. Studi
Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan Durian
(Durio Spp) Di Desa Labian Ira’ang Kecamatan Batang Lupar Kabupaten
Kapuas Hulu. Jurnal Hutan Lestari 6(3) : 673 – 687
Herwin, Meilani. 2016. Identifikasi Aktivitas
Ekstrak Etanolik Buah Mangga (Mangifera Indica L.) Pada Mencit Jantan (Mus
Musculus) Sebagai Produk Imunoglobulin (Igm). Jurnal Pertanian 8(2): 98-104
Farida Amir, Chairul Saleh. 2014. Uji Aktivitas
Antioksidan Ekstrak Etanol Biji Buah Durian (Durio Zibethinus Murr) Dengan
Menggunakan Metode Dpph. Jurnal Kimia Mulawarman 11(2): 43-54
Komang Dewi Fridayanti. 2016. Efek Ekstrak Kulit
Mangga (Mangifera Indica L.) Arumanis Terhadap Lama Perdarahan Mencit Putih
Jantan. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Jember
Luluk Luqyana, Patihul Husni. 2019. Aktivitas
Farmakologi Tanaman Mangga (Mangifera Indica L.). Jurnal Farmaka 17(2): 16-24
Maryati, Ariefa Primairyani. 2018. Pengembangan
Lembar Kerja Siswa Berdasarkan Hasil Observasi Keanekaragaman Morfologi Tanaman Mangga (Mangifera Indica). Jurnal
Pendidikan dan Pembelajaran Biologi 2(1): 68 - 7 5
Nurmayulis Nuniek Annisa. 2015. Valuasi Ekonomi
Sumber Daya Hutan Mangrove Di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur.
Skipsi. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar
Pramudia Bagus Dewangga, Ulys Larasati. 2014. Pemanfaatan
Ekstrak Daun Mangga (Mangifera foetida L.) sebagai Penurun Asam Urat dalam Biji
Melinjo. Jurnal Chemica 1(2) :67-75
Syamsu Alam, Supratman, Muhammad Alif KS. 2019. Ekonomi
Sumberdaya Hutan. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin

Komentar
Posting Komentar