Tugas Praktikum ESDH                                                                                              Medan,  Maret 2021

MENANAM POHON BERNILAI EKONOMIS TINGGI

Dosen Penanggungjawab :

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

Disusun Oleh:

Muhammad Arifky

191201003

Nadhia RizkiFadhila              

191201014

Nadhiatul Aula                       

191201127

Joshua Mahardhika Purba       

191201183

Dhaffa Alfazie                        

191201187

Priskian Arswenta M Siboro  

191201188

 

Kelompok 7

HUT4A

 


 


PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2021



KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa,  karena atas berkat dan kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Blog Praktikum ESDH ini dengan baik. Blog Praktikum ESDH yang berjudul”Menanam Pohon Bernilai Ekonomis Tinggi” ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas Praktikum ESDH pada Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggungjawab Praktikum ESDH yaitu Bapak Dr. Agus Purwoko S.Hut., MSi. karena telah memberikan materi dengan baik dan benar. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama penulis mengikuti kegiatan praktikum ini.


Penulis menyadari bahwa blog ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi blog ini akan sangat penulis hargai. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

 

 

                             Medan,   Maret 2021

 

 

                                                                                                                                     Penulis

 

 


DAFTAR ISI

                                                                                                Halaman

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.................................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah.............................................................................. 1

1.3 Tujuan................................................................................................ 1

BAB II ISI

2.1 Manfaat Pohon Mangrove (Rhizophora sp)...................................... 2

2.2 Manfaat Pohon Meranti (Shorea sp)................................................. 4

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan........................................................................................ 5

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hutan adalah suatu lapangan bertumbuhan pohon-pohon yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya dan yang ditetapkan pemerintah sebagai hutan. Jika pengertian hutan   ditinjau dari sudut pandang sumberdaya  ekonomi terdapat sekaligus tiga sumberdaya ekonomi yaitu: lahan, vegetasi bersama semua komponen hayatinya serta lingkungan itu sendiri sebagai sumberdaya ekonomi yang pada akhir-akhir ini tidak dapat diabaikan. Sedangkan kehutanan diartikan sebagai segala pengurusan yang berkaitan dengan hutan, mengandung sumberdaya ekonomi yang beragam dan sangat luas pula dari kegiatan-kegiatan yang bersifat biologis seperti rangkain proses silvikultur sampai dengan berbagai kegiatan administrasi pengurusan hutan. Hal ini berarti kehutanan sendiri merupakan sumberdaya yang mampu menciptakan sederetan jasa  yang bermanfaat bagi masyarakat ( Syamsu Alam, 2019)

Pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungannya serta kepedulian masyarakat sekitar pada kawasan konservasi sejalan dengan program konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistemnya serta pemberdayaan masyarakat lokal. Pemanfaatan pekarangan merupakan bagian dari pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan yang memberi manfaat bagi manusia. Pekarangan adalah lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal.. Selain tanaman hias, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, tanaman obat adalah salah satu tanaman produktif yang dapat dikembangkan (Nurmayulis dan Nuniek,2015)


1.1  Rumusan Masalah

1.      Apa Saja Manfaat Dari Pohon Mangrove (Rhizophora sp)?

2.      Apa Saja Manfaat Dari Pohon Meranti (Shore sp)


1.2 Tujuan Masalah

1.      Untuk mengetahui manfaat dari pohon Mangrove (Rhizophora sp)

2.      Untuk mengetahui manfaat dari pohon Meranti (Shorea sp)

 

 



BAB II

ISI

 

A. Manfaat Pohon Mangrove (Rhizophora sp)

mangrove merupakan kombinasi antara kata mangue yang berarti tumbuhan dan grove yang berarti belukar atas hutan kecil. Kata mangrove digunakan untuk menyebut jenis pohon-pohon atau semak-semak yang tumbuh di antara batas air tinggi saat air pasang dan batas air terendah di atas rata-rata permukaan air. Hutan  mangrove adalah sebutan umum untuk menggambarkan suatu verietes komunitas pantai tropic yang didominasi oleh beberapa spesies pohon-pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan tumbuh dalam perairan asin.

Hutan mangrove merupakan habitat yang sangat bermanfaat bagi banyak mahkluk hidup termasuk manusia.Seperti halnya dengan hutan pada umumnya, hutan mangrove juga berfungsi sebagai sumber produk kayu untuk bahan bangunan maupun untuk arang dan kayu bakar.Hutan mangrove juga sebagi tempat pemijahan dan pengasuhan ikan, kepiting, dan udang.Ini semua merupakan jasa lingkungan (environtmental services) yang diberikan hutan mangrove.

Fungsi Ekosistem hutan Mangrove

a. Fungsi fisik

Secara fisik hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah, mempercepat perluasan lahan, melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan dan gelombang dan angin kencang; mencegah intrusi garam (salt intrution) ke arah darat; mengolah limbah organik, dan sebagainya. Istiyanto, Utomo dan Suranto (2003) menyimpulkan bahwa rumpun bakau (Rhizophora) memantulkan, meneruskan, dan menyerap energi gelombang

tsunami yang diwujudkan dalam perubahan tinggi gelombang tsunami ketika menjalar melalui rumpun tersebut. Hasil pengujian tersebut dapat digunakan dalam pertimbangan awal bagi perencanaan penanaman hutan mangrove bagi peredaman penjalaran gelombang tsunami di pantai.

           b.  Fungsi biologis

Secara biologi hutan mangrove mempunyai fungsi sebagai daerah berkembang biak (nursery ground), tempat memijah (spawning ground), dan mencari makanan (feeding ground) untuk berbagai organisme yang bernilai ekonomis khususnya ikan dan udang. Habitat berbagai satwa liar antara lain, reptilia, mamalia, hurting dan lain-lain. Selain itu, hutan mangrove juga merupakan sumber plasma nutfah.Daun mangrove yang berguguran diuraikan oleh fungi, bakteri dan protozoa menjadi komponen-komponen bahan organik yang lebih sederhana yang menjadi sumber makanan bagi banyak biota perairan (udang, kepiting dan lain-lain)

           c. Fungsi Ekologis Hutan Mangrove

Fungsi dan manfaat mangrove telah banyak diketahui, baik sebagai tempat pemijahan ikan di perairan, pelindung daratan dari abrasi oleh ombak, pelindung daratan dari tiupan angin, penyaring intrusi air laut ke daratan dan kandungan logam berat yang berbahaya bagi kehidupan, fungsi lainnya adalah sebagai habitat berbagai jenis satwa liar. Keanekaragaman fauna di hutan mangrove cukup tinggi, secara garis besar dapat dibagi dua kelompok, yaitu fauna akuatik seperti ikan, udang, kerang, dan lainnya serta kelompok terestrial seperti insekta, reptilia, amphibia, mamalia, dan burung

d. Fungsi Ekonomi Hutan Mangrove

Secara garis besar mangrove mempunyai beberapa keterkaitan dalam pemenuhan kebutuhan manusia sebagai penyedia bahan pangan, papan dan kesehatan serta lingkungan. Secara ekonomi hutan mangove yaitu:

1. Penghasil kayu, misalnya kayu bakar, arang serta kayu untuk bahan bangunan dan perabot rumah tangga.

2. Penghasil bahan baku industry, misalnya pulp, kertas, testil, makanan, obat-obatan, alcohol, kosmetik dan zat pewarna.

3. Penghasil bibit ikan, udang, kerang, telur burung dan madu.

4. Sebagai objek pariwisata, karakteristik hutannya yang berada di peralihan antara darat dan laut memiliki keunikan dalam beberapa hal. Kegiatan wisata ini di samping memberikan pendapatan langsung bagi pengelola melalui penjualan tiket masuk dan parkir, juga mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat di sekitarnya dengan menyediakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, seperti membuka warung makan, adapun Fasilitas lainnya yaitu gazebo, Kantor Pengelola, Mushollah, Kios dan Play Ground, Souvenir Shop, Cafetaria, Menara Pengawas, Cottage, Dermaga Wisata Perahu, Dermaga Utama, Area Pemancingan, serta Area Pembibitan.

B. Manfaat Pohon Meranti (Shorea sp)

            Meranti (Shorea spp.) adalah komoditas penting yang merupakan salah satu jenis tanaman komersil penghasil kayu utama di Indonesia. Marga shorea atau yang secara umum disebut kelompok meranti merupakan salah satu marga dari suku dipterocarpaceae yang tumbuh di dataran rendah. Dalam dunia perdagangan, kelompok meranti dibagi menjadi empat kelompok besar yaitu : kelompok meranti merah, kelompok meranti kuning, kelompok meranti putih, dan kelompok balau. Kayu meranti menjadi primadona dalam perdagangan kayu sehingga kayu dari jenis meranti memiliki nilai perdagangan yang tinggi dan sangat terkenal. Kayu meranti merupakan salah satu jenis kayu yang paling banyak digunakan dalam kebutuhan manusia.

Selain kayunya, beberapa jenis shorea dikenal sebagai penghasil buah yang memiliki nilai perdagangan yang dikenal dengan buah tengkawang. Tengkawang dipergunakan sebagai bahan dasar pembuatan coklat, kosmetik, industri margarin, sabun, dan lilin. Meranti memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Namun, keberadaan tumbuhan endemik ini sudah hampir punah. Perlu dilakukan tindakan untuk melestarikan jenis, sehingga keberadaannya masih dapat dipertahankan. Arboretum memiliki peranan penting dalam mempertahankan kelestarian jenis-jenis pohon termasuk jenis pohon meranti. Dengan mengetahui ketersediaan jumlah permudaan meranti di arboretum, maka dapat diduga besar potensi meranti dalam beberapa tahun ke depan.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

1. Hutan adalah suatu lapangan bertumbuhan pohon-pohon yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya dan yang ditetapkan pemerintah sebagai hutan

2.   Mangrove merupakan kombinasi antara kata mangue yang berarti tumbuhan dan grove yang berarti belukar atas hutan kecil. Kata mangrove digunakan untuk menyebut jenis pohon-pohon atau semak-semak yang tumbuh di antara batas air tinggi saat air pasang dan batas air terendah di atas rata-rata permukaan air

3.   Secara fisik hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah, mempercepat perluasan lahan, melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan dan gelombang dan angin kencang

4.   Meranti (Shorea spp.) adalah komoditas penting yang merupakan salah satu jenis tanaman komersil penghasil kayu utama di Indonesia. Marga shorea atau yang secara umum disebut kelompok meranti merupakan salah satu marga dari suku dipterocarpaceae yang tumbuh di dataran rendah.

5.   Selain kayunya, beberapa jenis shorea dikenal sebagai penghasil buah yang memiliki nilai perdagangan yang dikenal dengan buah tengkawang. Tengkawang dipergunakan sebagai bahan dasar pembuatan coklat, kosmetik, industri margarin, sabun, dan lilin.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Augustine Lumangkun, Evy Wardenaar. 2017. Nilai Manfaat Tengkawang (Shorea Spp) Bagi Masyarakat Di Kecamatan Embaloh Hilir Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

 

Benu Olfie L. Suzana Jean Timban Rine Kaunang. 2011. Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove  Di Desa Palaes Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove 7(2): 29 – 38

 

Debby Desniwati Samosir, Restu. 2017. Analisis Manfaat Hutan Mangrove Di Desa Tanjung Rejo  Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Jurnal Tunas Geografi 6(1): 1-15

Elvan Wahyu, Evi Sribudiani. 2014. Inventarisasi Permudaan Meranti (Shorea spp.) Pada Arboretum Kawasan Universitas Riau Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Departement of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Riau

Erika Pardede. 2016. Mangrove Untuk Mendukung Lingkungan Hidup, Keanekaragaman Hayati Dan Ketahanan Pangan. Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas HKBP Nommensen Medan

Kusumaningtyas, V A, Sulaeman, A. 2012. Potensi Lemak Biji Tengkawang Terhadap Kandungan Mikroba Pangan Pada Pembuatan Mie Basah. Jurnal Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik  14(2): 140- 147

Kushartati Budiningsih, Rachman Effendi. Analisis Finansial Hutan Tanaman Campuran Meranti Merah ( Spp.) Dan Karet Rakyat Di Hinas Kiri Kalimantan Selatan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 9(4): 233 - 240

Nurmayulis Nuniek Annisa. 2015. Valuasi Ekonomi Sumber Daya Hutan Mangrove Di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur. Skipsi. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Salim Abubakar, Masykhur Abdul Kadir. 2019. Manfaat Mangrove Bagi Peruntukan Sediaan Farmasitika Di Desa Mamuya Kecamatan Galela Timur Kabupaten Halmahera. Jurnal Enggano 4(1): 12-25

Syamsu Alam, Supratman, Muhammad Alif KS. 2019. Ekonomi Sumberdaya Hutan. Fakultas Kehutanan  Universitas Hasanuddin

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini